Kala itu, tanggal 8 April 2020, hari yang sudah lama kutunggu-tunggu.
Yang bisa kurasakan adalah jantung yang berdegup begitu kencang, bibir yang terus merapal doa, dan harapan yang tak bisa pudar... "Ya Allah, loloskanlah aku SNMPTN," Tak henti aku meminta kepada orang tuaku, adik, dan saudara agar mendoakanku bisa lolos.
Bagi sebagian orang, pemikiran macam ini memang salah besar. Sekitar sebulan sebelum pengumuman, aku memang menjelajahi twitter, mengikuti akun-akun 'ambis' yang memajang jurusan dan kampus impian mereka pada nama atau username twitter. Setiap hari, isi twitterku penuh dengan kumpulan soal UTBK dan tips untuk mengerjakannya. Jujur, sebelum aku install twitter, yaitu di masa-masa pendaftaran SNMPTN (Januari dan Februari) aku tak merasa sekhawatir itu. Teman-teman ambis itulah yang semakin membuatku deg-degan dan takut. Mereka selalu bilang, "Jangan terlalu berharap dengan SNMPTN. Anggap itu sebagai bonus." Yah, intinya tetap harus belajar UTBK dan nggak usah berharap bisa keterima SNMPTN.
To be honest, aku belum bisa seperti itu... Entahlah, rasanya aku pingin banget bisa lolos SNMPTN tanpa harus UTBK. Tapi kalau bukan rezekiku, ya sudah tak apalah... Semoga aku bisa ikhlas.
Bukankah Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه pernah berkata..
"Hatiku tenang karena mengetahui bahwa apa yang melewatkanku tidak akan pernah menjadi takdirku dan apa yang ditakdirkan untukku tidak akan pernah melewatkanku."
Semua telah tercatat, dan tugas kita sebagai manusia hanyalah ikhtiar dan tawakkal. Alhamdulillah.. Qadarullah, aku bisa lolos di pilihan pertamaku, UNS. MasyaAllah, Allah Mahabaik padahal aku penuh dosa dan banyak maksiat seperti ini.. /cry... aku nggak bisa mendeskripsikan bagaimana perasaanku saat melihat pengumuman... MasyaAllah.. semoga nikmat yang Engkau berikan bisa menjadikanku hamba yang lebih bersyukur dan bisa meningkatkan ketaqwaanku pada-Mu
Kenapa aku memilih UNS?
Hmm, ini adalah cerita yang saangat panjang. Sejak SMP aku memang sudah menarget untuk bisa masuk PTN lewat jalur SNMPTN. Pilihan jurusanku selalu sama sejak dulu, tapi yang berbeda adalah kampusnya. Ingat, kan, kampus cita-cita sejuta orang? ***, nggak bisa kusebutin, tapi dulu aku juga ingin bisa di sana. Seiring berjalannya waktu, aku jadi merasa makin nggak percaya diri. Apalagi, di kelas 10 aku sudah sibuk berkecimpung di Rohis, Osis, dan lain-lain. Kelas 11, aku memutuskan untuk keluar dari semua itu. Keputusan yang berat memang. Tapi, ada sebuah alasan lain yang menurutku lebih penting daripada sekadar agar punya banyak waktu untuk belajar. Kita di dunia ini diciptakan untuk apa, sih? Untuk beribadah kepada Allah, dan aku merasa kala itu aku sangat tersibukkan oleh dunia dan segala pernak-perniknya. Semoga kita senantiasa diberikan keistiqamahan.
Jadi, aku mulai memutar kapalku dan berjuang dengan keras. Apalagi saat kelas 12. Saat itu aku benar-benar memaksimalkan belajarku untuk ulangan harian, tugas, dan lain-lain. Ya, intinya, kita jangan cuma kerja keras, tapi juga kerja cerdas, agar dengan waktu yang singkat kita dapat mendapatkan hasil yang maksimal. Yang tak kalah penting, jangan sampai kita tidur, makan, belajar, istirahat dan lelah hanya untuk dunia. Karena semua itu akan bernilai pahala jika kita meniatkan itu sebagai ibadah. Persiapan untuk masuk universitas saja sudah seheboh ini, apalagi kalau untuk akhirat dan kehidupan kekal kita di sana? Yuk, sama-sama berjuang dan fastabiqul khairats!
Oh iya, kenapa ya aku pilih UNS? Entah, tapi aku merasa UNS itu istimewa banget. Fakultas pilihanku warna hijau, banyak pohon, dan rindang. Katanya, anak pondok banyak nih yang milih UNS. MasyaAllah, dari info resminya, UNS itu memang banyak menerima hafidz/ah. Semoga di UNS ini banyak teman-teman yang akan selalu mengingatkan dalam kebaikan...
Sebenarnya aku ingin sharing tentang bagaimana strategiku dalam SNMPTN. Inilah beberapa cara versiku. Semoga membantu, ya!
1. Survei Nilai dengan Nilai Teman Seangkatan dan Nilai Kakak Kelas yang Lolos SNMPTN
Jauh sebelum SNMPTN, sekitar pada semester 1, aku sudah mulai mencari data nilai kakak kelas dan mengelompokkannya. Jangan lupa, bandingkan juga nilai kita dengan nilai teman seangkatan yang kira-kira akan mendaftar SNMPTN di jurusan maupun kampus yang sama dengan kita. Kalau bisa, nilai kita harus lebih tinggi agar aman, ya!
2. Maksimalkan Nilai Tugas, Ulangan, dan Ujian
Ini juga penting karena selain nama sekolah kita di mata universitas, nilai adalah modal utama untuk bisa lolos SNMPTN. Agar nilai ulangan bagus, kuncinya harus paham materi. Agar paham materi, tentunya kita harus mempersiapkan dengan matang. Menurutku, mempersiapkan dengan matang itu nggak bisa instan. Hehe, tapi aku malah lebih suka kebut semalam atau kebut dua malam untuk ulangan agar kita lebih ingat materinya, (bilang aja karena banyak ulangan lain dan banyak tugas-tugas lain). Tapi, belajarnya beneran harus berkualitas dan fokus, ya! Cara paling seru, sih nonton zenius, atau video pembelajaran di youtube, khususnya untuk mapel UN IPA. Catatan dari guru juga nggak kalah penting (berlaku bagi semua mata pelajaran).
Eitss, tapi saat PAS dan ujian sekolah, mencicil materi itu penting banget! Dan cara cicil ujian terbaik menurutku adalah mengerjakan soal tahun lalu dan mempelajari kisi-kisi.
3. Cari Info Sebanyak-banyaknya
Ini nih yang nggak kalah penting. 'Info' yang kumaksud di sini maknanya sangat luas. Mulai dari info bagaimana cara masing-masing guru memberikan nilai pada kelas 12, memahami berbagai tipe guru, cara dapet nilai bagus saat ulangan, sampai info tentang jurusan yang kita incar dan sistem pembelajaran dan lingkungan di PTN yang kita incar.
Kalau pengalamanku dulu, di awal-awal semester 1, saat guru BK sudah mulai membagikan file nilai kakak kelas, aku langsung cari nilai-nilai tertinggi semester 5 kakak kelas di setiap mapel, lalu membuat target untuk nilaiku sendiri di semester 5. Kemudian, bisa banget nih kalau kita cari kontak kakak kelas yang nilainya tinggi tersebut untuk dimintain tips biar nilainya bisa segitu. Hehe, ribet banget, ya, aku? Namanya juga penasaran.. Siapa tahu kita bisa dapat tips-tips yang bagus dari kakak kelas.
4. Yakinlah dengan Pilihan Kalian!
Carilah data pendaftaran SNMPTN milik kakak kelas, baik data siswa yang diterima SNMPTN, serta data pilihan SNMPTN siswa yang lolos pemeringkatan. Jadi, kita akan tahu semua PTN dan jurusan pilihan kakak kelas, serta status kelulusan mereka di SNMPTN. Tujuannya agar kita bisa menganalisis dengan cermat pertanyaan-pertanyaan seperti, berapa nilai yang dibutuhkan untuk lolos di PTN dan jurusan ini? Kakak kelas ini dulu milih jurusan incaranku tapi kok nggak lolos, nilainya berapa sih? Dsb. Ya intinya, mengolah data itu penting karena ini bisa bikin kita untuk berpikir lebih logis dan menemukan strategi yang tepat.
5. Ikhtiar, Doa, Tawakkal
6. Luruskan Niat
Jadikan niat kita karena Allah. Memang berat, tapi kita harus selalu berusaha.
Contohnya begini, kita ingin lolos SNMPTN agar punya banyak waktu luang, yang berarti waktu-waktu tersebut bisa kita manfaatkan untuk belajar ilmu agama, menghafal Qur'an, membantu orang tua, dan masih banyak lagi. Semoga hati kita bersih dari rasa ujub, bangga diri, dan kita terhindar dari lalai.. semoga nikmat yang Allah berikan pada kita menjadikan kita lebih bertaqwa dan bersyukur.
Dan selain itu, kita harus terus mengingat bahwa hidup di dunia ini kan tujuannya untuk beribadah kepada Allah... Semoga perantara kuliah nanti, kita bisa memperoleh ilmu yang bermanfaat dan mendapatkan kecukupan sehingga kita bisa beribadah dengan baik kepada Allah.
7. Restu dan Doa Orangtua
Ini juga tidak kalah penting. Doa orang tua kepada anaknya itu sangat mudah diijabahi Allah. Sebagaimana dalam hadist ini,
8. Do Good Things! Banyak beramal
Berinfaq, solat malam, solat dhuha, rawatib, dzikir pagi petang, menolong teman, majelis ta'lim, dan masih banyak lainnya. Ingat, niat untuk melakukan amalan itu bukan untuk lolos SNMPTN, ya! Lolos SNMPTN sih cuma bonus dari Allah, tapi tujuan utama melakukan amal amal soleh adalah untuk meraih ridho-Nya, mudah masuk surga, ringan hisabnya...
Kalaupun kita tidak lolos SNMPTN, hal tersebut pasti memang yang terbaik dari Allah. Jangan larut dalam kesedihan atau berputus asa karena masih sangat banyak jalan lainnya untuk meraih mimpi. Semangat, kawan!
Kalau kita lolos SNMPTN, jangan sampai nikmat tersebut membuat kita lalai, futur, dan ujub. Semoga kita dimudahkan untuk selalu mensyukuri nikmat dan beramal soleh. Aamiin.

